Kamis, 18 Desember 2014

Hatur Tuhun Ayah



         Tanggal 12 November 2014, yang lalu adalah Hari Ayah. Saya jarang sekali mengucapkan kalimat "I love you, ayah !". Kalimat itu sering tidak bisa keluar langsung dari mulut saya. Walaupun bibir tak pernah berucap, sebagai anak perempuan satu-satunya yang selalu engkau jaga, saya bangga memiliki ayah sepertimu.


            Saya menjadi pribadi seperti ini karena ayah. Kelak saat saya memiliki suami, saya ingin ada salah satu sifat baik yang sama dengan ayah. Entah itu bijaksanamu, entah itu humorismu, entah itu penyayangmu, entah itu penjagaanmu terhadapku, semua hal yang baik darimu ingin sekali saya dapatkan dalam sosok suami kelak.







                Sebagai anak terakhir, bisa dibilang saya adalah anak yang paling bandel, anak yang paling menyusahkanmu bahkan sampai detik ini


            Ayah selalu menjadi pria yang paling khawatir ketika saya kenapa-kenapa. Sampai saya sebesar ini. Terima kasih juga karena ayah telah mendampingi wanita yang telah menjadi malaikat sampai sekarang, yaitu ibu. Terima kasih telah menjadi “My Hero” dalam hidup saya dan hidup kaka saya. Terima kasih telah menjadi kakek penyayang untuk Galuh dan Ghifari. Terima kasih, ayah.






            Rambutmu yang sudah beruban, perutmu yang makin buncit, tanganmu yang keriput, dan tenagamu yang berangsur lemah adalah tanda bahwa Ayah telah memerangi kehidupan yang sangat panjang. Walau sangat berat, ayah tidak pernah mengeluh sampai hari ini. Tangan keriputmu dan sisa tenaga ayah masih dipergunakan dengan baik untuk selalu membuat kami bangga.


           Ayah, jaga kesehatan ya.. Tunggu sampai anak perempuanmu ini berdiri di pelaminan bersama pria pilihan, yang sebaik dirimu. Tunggu sampai aku memiliki bayi mungil, tunggu sampai anakku besar, tunggu aku sampai kau merasa mampu. :')










0 komentar:

:a: :b: :c: :d: :e: :f: :g: :h: :i: :j: :k: :l: :m: :n:

Posting Komentar